Pola shooting star merupakan bentuk candlestick yang mirip dengan hammer, namun gambarnya terbalik ke bawah.
Pola ini biasanya terbentuk di atas pergerakan up trend yang sedang terjadi dan mencerminkan kekuatan trader pembeli yang hendak melanjutkan kenaikan nilai harga pasar, namun trader penjual berbalik menekan harga kebawah.
Pola shooting star juga merupakan sinyal awal pembalikan arah trend yang kuat (reversal) dari sebuah trend yang bergerak naik.
Dan seperti halnya hanging man, pola shooting star juga membutuhkan konfirmasi candle berikutnya sebelum kita berniat melepas saham kita.
Konfirmasinya adalah jika candle ketiga yang muncul ditutup dibawah candle 1 dan 2, maka akan menjadi sinyal bagi kita untuk melepas saham kita.
Panjangnya ekor atas yang terbentuk menunjukkan kekuatan dari tekanan Bear terhadap pasar, semain panjang maka semakin besar tekanan jual yang terjadi.
Secara psikologi, tekanan jual yang besar akan meruntuhkan pertahanan dari Bull, sehingga potensinya lebih besar terjadi koreksi.
Hindari bertransaksi jika menemukan shooting star di puncak suatu trend. Refferensi lengkap dapat dibaca di Buku pertama saya pada halaman 48